Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juli 2013

Waktu Bukanlah "Uang"

Dermawan yang perhitungan
Penjudi yang tak bisa bertaruh
Cinta uang, kikir bergelung
Cinta uang bagai pembunuh

Salah siapa jika cinta itu terlahir?
Adalah pendosa hina jika kau salahkan Tuhan

Jika cinta bukan pelit
Jika cinta bukan tamak
Jika cinta bukan serakah
Kau sebut apa cinta uang?

Cinta lain terbunuh untuk yang hina
Berkobar tak layak dan tak wajar
Penjudi yang tak ahli bertaruh
Kejahatan yang mendasari cinta
tidak lebih dari sekedar pembunuh

Hidup di dalam jam pasir
Jatuh ditempat yang salah
Waktu kan berulang di alam penuh misteri
Kau terbangun di waktu kalah

Jumat, 07 Juni 2013

Jalanku terbuka begitu lebar


Rasanya.. bukan manis, pahit, asam, atau asin
Rasanya sepi..
Hanya perasaan saja atau apa..
Hanya perasaan saja atau memang sosialisasi menurun..
Semakin lama semakin sepi..
Semakin lama semakin jauh dari idealisme
Semakin lama semakin jauh dari kenyamanan
Semakin lama semakin aneh..
Kondisi pada umumnya atau kondisi diri?
Semakin individualisme..
Semua tergantung pada diri sendiri..
Perjuangan
Kebingungan
Kesakitan
Kebangkitan dalam keterpurukan
Kesuksesan
Ini dia.. ini hidup
Baru tahu.. ternyata rasanya begini..
Rasanya aneh..
Rasanya semua yang dimiliki tak berguna 
Tidak berguna jika..
Tanpa rasa syukur
Tanpa ketegaran hati
Tanpa kesabaran hati
Tanpa kerendahan hati
Tanpa dukungan orang lain..
Tanpa keberadaan Sang Illahi di hati
Ya Allah.. hidupkanlah api kecil di dalam diri ini menjadi api membara yang tidak akan mati akibat terpaan angin dan dinginnya air, tidak pula dipadamkan oleh manusia cerdas namun licik..
Hanya kepada-Mu hamba memohon ampun dan meminta pertolongan..

Jumat, 24 Agustus 2012

With Love

Dengan cinta, seorang pengecut bisa menjadi pemberani, seorang pelit bisa menjadi dermawan, seorang bodoh bisa menjadi cerdas, seorang gagap bicara bisa menjadi cakap, seorang lemah semangat bisa termotivasi, keangkuhan raja menjadi hina, dan taktik para pemberani dalam peperangan menjadi terpecah belah. Cinta adalah penuntun etika serta pintu pertama yang mengungkap pikiran dan kecerdasan. Dengan cinta, segala rekayasa dan penghalang dapat terlewati. Demi cinta, semangat bisa tergelora.

-Bercinta dengan Allah (Ibnu al-Qoyyim al-Jauzziyah)-

Senin, 20 Agustus 2012

Berbeda Namun Benar

"Orang yang kuat bukanlah orang yang tidak pernah jatuh, tapi ketika dia terjatuh dia dapat berdiri kembali.."

"Dia sering kehilangan arah, tapi dia tidak pernah tersesat. Ketika kehilangan jalan, dia percaya pasti masih ada jalan lain untuk keluar meskipun rutenya berbeda. Itulah yang disebut tidak pernah tersesat.."

"Pohon itu tidak memiliki buah manis. Tapi lihat, orang tidak meperdulikannya, karena orang-orang terpikat dengan keindahannya sendiri.."

"Ketika seseorang menyakiti hatimu, ketika kau sudah cukup menangisinya, maka kemudian tersenyumlah, karena kau percaya bahwa Tuhan akan membalas itu dengan sesuatu yang lebih sempurna.."


Selasa, 14 Agustus 2012

Just your mind

Most of the things you worry about 
never happen!

Dongeng Buruk Rupa

Aku tersentak di mata itu
Sayup-sayup sinar bintang terperangkap di dalamnya
Adakah makna semua itu?
Ukiran senyum di bibirmu terbentuk indah
Pancaran lembut begitu sunyi
Menghembus hangat sanubari
Bunga bertebaran berderai-derai di sana
Adakah arti yang bersenandung bersamanya?

Sadar pikiran mati hati
Bibir terkatup hati memohon
Tuhan, ampuni aku yang melanggar kewajaran
Kewajaran pada pelanggaran
Ketidaksesuaian yang menyakitkan
Kenyataan pada diri yang maya
Hati ini bisu tak berbilang
Ada kesalahan dalam kebenaran
Aku terperanjat pada bunga yang hampir berbuah
Adakah cerita lain selain calon-calon buah itu?
Lelah pun rutin juga
Habis dimakan kekecewaan
Andai maya ini berakhir...

Sabtu, 14 Juli 2012

Wanita tua itu kusebut Ibu


Dua helai daun telinga yang penuh dengan kata-kata
Wanita tua itu terus saja berbicara
Seakan masih ada ruang untuk suaranya
Bukan hanya sekedar kata
Duri tajam menyeruak dari mulutnya
Menghunjam telinga hingga menembus hati
Menahan sakit tak lagi penting bagi diri
Memulihkan persepsinya yang sulit

Bukan cinta, bukan juga benci
Rasa tanggung jawablah yang bermain
Ingin lepas, ingin bebas
Tapi ketika masanya tiba
Tangisanku akan lepas dan deras
Jalan kehidupan menjadi gelap rasanya

Wanita tua yang kubenci, tapi kucintai
Wanita tua yang ingin kuabaikan, tapi kuperhatikan
Wanita tua yang kuhina dengan pujian
Wanita tua yang kusiksa dengan kehangatan
Wanita tua yang kulukai dengan kasih sayang

Aku membuatnya lelah dan marah
Wanita tua itu membuatku jenuh dan gundah
Tapi kami berteguh dalam sanubari
Bahwa kami disini untuk saling mencintai

Rabu, 09 Mei 2012

Sesuatu yang indah akan muncul



Ketika kubuka jendela kamar 
Kulihat langit biru dan cerah
Matahari berpijar terang
Namun langit meringis tiba-tiba
Tetesan air mulai turun
Walaupun langit masih cerah
Awan abu menangis

Tahukah kau apa yang terjadi
Sesuatu yang selamanya indah takkan pernah ada
Kita tak tahu apa yang akan terjadi nanti
Walau yang datang adalah buruk 
Kita harus tetap berusaha memperbaiki

Awan abu menangis kala itu
Semakin keras anginpun beringas
Tapi semua itu tak bertahan lama
Tangisan itu dibiaskan
Oleh gemilangnya cahaya
Semburat merah mulai terlihat
Merah, jingga, kuning, hijau,
dan lainnya

Semua yang menjadi sendu
Kuyakin kan kembali berwarna
begitu juga hidup
Meskipun sulit
Meskipun terlalu banyak cobaan
Kuyakin kan kembali pada sesuatu
Sesuatu yang indah di atas sana

Kamis, 12 Januari 2012

Di sana

Kau tersandung!
Tersandung dan terjatuh, jatuh begitu jauh ke dalam mimpiku.
Kau berputar-putar di dalam mimpiku.
Kau kembali terjatuh!
Terjatuh lebih jauh ke dalam perasaanku.
Di sana, kau bertingkah aneh.

Rabu, 22 Juni 2011

Titik api yang akan terus abadi

Kau berdiri di tengah rintihan awan yang menangis begitu dalam
Kau jatuhkan air matamu yang tidak tampak di tengah hujan
Kau nyatakan harta terpendam di hatimu padaku
Kau pompa jantungku hingga berdentum begitu cepat
Tapi hanya berdentum
Tapi hanya terdengar
Tanpa memadamkan titik api yang menyala di dadaku
Tanpa ada rasa penyesalan yang terbawa olehku
Kau mencoba padamkan titik api itu dengan air mata itu
Kau gagal
Kau sia-sia
Kau tetap akan terbakar titik api itu di benakku

Kau yang berulah pertama kali
Kau yang harus membayarnya pertama kali
Teruslah menangis
Dengan itu tidak akan ada pengaruhnya
Semakin kau menangis, titik api itu akan semakin abadi
Abadi hingga kau benar-benar hilang dari indahnya kehidupan

Senin, 20 Juni 2011

penakluk keindahan

pada awalnya kurasa
dia akan menjadi kenangan seumur hidup
dia akan menjadi mimpi yang tak akan pernah bisa
tak akan pernah bisa
tidak akan pernah menjadi apa yang kuinginkan
pada awalnya kurasa
aku akan terus mengenangnya
aku akan terus memimpikannya
dan tak akan pernah
sedikitpun tidak akan pernah terwujud
pada awalnya kurasa
dia tidak merasakan apa yang kurasakan
dia tidak akan memimpikan apa yang aku impikan
tidak akan pernah bisa
sama sekali tidak akan pernah sama

tapi
waktuku untuk mengenang telah berjalan begitu lama
dan waktuku tersandung mulai tiba
sebutir batu harapan terlihat memesona
meskipun lagi-lagi tidak pasti
meskipun lagi-lagi keraguan menguasai
semuanya benar-benar tidak pasti
membuatku ingin terjatuh berkali-kali
hingga aku benar-benar mengerti
apa kebenaran yang terjadi
cukup
aku lelah
dengan ketidak pastian ini
meskipun aku suka dengan keraguan ini
tapi aku lelah dengan keraguan yang begitu rumit
lebih baik berhenti
ya, lebih baik kuhentikan saja semuanya

lagi-lagi tapi
aku tidak ingin melepaskan 'dia'
aku tidak ingin meninggalkan 'dia'
aku tidak ingin membuang 'dia'
hanya dia yang bisa menemaniku
dengan syarat-syaratku

aku hidup dengan 'ketidakbisaan'
ketidakbisaan yang tidak mustahil
prinsip ketidakbisaan telah tertanam begitu dalam
dan itu membuatku mudah terkuasai perasaan
perasaan yang tidak boleh dirasakan

tidak
dia itu jahat
dia itu tidak terduga
dia yang telah membuatku seperti ini
dia yang telah merubah ketidakbisaan
dia
dia itu penakluk segalanya yang indah

Senin, 21 Maret 2011

siapa?

siapa sangka semua akan seperti ini
Siapa sangka itu bisa kembali
siapa sangka aku siap ntuk disakiti lagi
siapa sangka rindu menghayati diri
siapa sangka perasaan itu bukan hanya diri
siapa sangka hati mudah dikenali
siapa sangka dia begitu keji
siapa sangka aku tetap jatuh lagi
siapa sangka aku percaya diri
tidak ada yang tahu hatiku, hatimu, dan hati-Nya

Jumat, 14 Januari 2011

Tak berguna


Ketika semua berjalan lancar, nyata hanya diawal

Lihat masa sekarang, nyata hanya sampah basi

Lihat saja sampah-sampah itu, barang-barang yg awalnya kusukai, tapi nyatanya memang hanya sampah yang menusuk hidung tajam hingga tulang belakang

Lihat mereka, mereka itu sampah yang seperti itu

Tapi...

Aku adalah lebih menjijikkan dari itu

Rabu, 15 Desember 2010

Menyadari


ku kira dia menghilang
dan tidak peduli dengan apa yang kurasakan
tapi suatu pertanda datang
dan itu menyegarkan bagiku
serbuk-serbuk ajaib peri terasa berhembus
mengubahku dari bungkam
menjadi cahaya penuh harapan

harapan jelas ada
kenyataan belum tentu bisa
malam yang terasa peka
getaran primitif kembali terasa
keinginan serius tak nyata
tapi rasa ini sunggu menyenangkan
aku jatuh seperti tiap2 daun-daun gugur

jika akan terulang kembali
harus siap melebihi sejarah
sadar bahwa lubuk telah lelah
percaya bahwa semuanya tidaklah ajaib

Kamis, 02 Desember 2010

Kembali

Gemerlap malam tiada bintang
Bagai perumpamaan perasaan
Kala hati di dalam keterpurukan
Tanpa setitik cahaya terang

Sapamu begitu indah terasa
Bagai burung bersenandung ria
Tuturmu halus dan bijaksana
Kelakar dan tawa bertaut jua

Aku merindukan semuanya yang lalu
Hati ini terbangun kala itu
Bagai suatu penyakit baru
Menggetarkan selalu

Apa ada waktu yang dapat terulang kembali?