Ketika masa mudaku kupenuhi dengan mengkhayal.. Dulu, aku berharap memiliki kekasih.. Dulu, aku mengharapkan artis-artis korea sebagai kekasih... Kemudian kriteria naik pangkat menjadi pria baik hati.. naik pangkat lagi menjadi pria pintar, kemudian kriteria bertambah lagi pria yang soleh.. ditambah lagi pria yang setia, ditambah lagi pria kaya dan dermawan.. Hingga keputusan akhir dari kriteria pria idaman adalah pria yang tampan, baik hati, baik harta, baik keturunan, penyayang, kaya, dermawan, setia, pintar dan soleh. Ketika dipikirkan lebih mendalam, hatiku bergumam "itu bukan pria idamanku, itu pria idaman semua wanita!"
Dari dulu aku lebih suka pria yang lebih tua dariku, minimal 2 tahun lebih tua, meskipun kadang tetap merasa merah jambu dengan pria sebaya yang pintar dan berwajah lumayan. Begitu suka dengan sifat pria yang dewasa, hingga aku sempat menyukai pria yang tidak lagi muda, tidak lagi lajang, dan pria yang tidak tertarik pada bocah semacamku.. sekilas itu terasa mengerikan, tapi sejak dulu aku memang lebih suka pria dewasa ketimbang yang masih ingusan..
Awalnya aku merasa jijik dengan diriku sendiri.. bahkan sampai aku menulis tulisan saat ini, itu sedikit membuat perutku tergelitik.. tapi jika kupikirkan dengan serius, aku merasa ini adalah tanda, tanda dimana aku harus lebih dewasa, lebih baik, lebih ramah, lebih menunjukkan sisi kedewasaan wanita yang dulunya hanya suka mengkhayal.. membuktikan bahwa aku bisa memasukkan semua kriteria idaman yang sebelumnya kujabarkan agar melekat dalam diriku, kecuali yang melawan kodrat alam seperti rupa yang tampan -..-
Tapi rasanya begitu sulit..
Allah.. Tuhan seluruh alam, pagi ini aku berdo'a semoga Engkau menjadikan aku wanita yang baik hati, tegar, sabar, semakin cantik baik luar maupun dalam, kaya, dermawan, pintar, dan solehah.. Berikanlah cinta-Mu untuk mereka yang aku cintai, sadarkanlah mereka yang sering luput atau bahkan tidak menganggap bahwa yang dilakukan adalah dosa.. perbanyaklah rezeki hamba, untuk saudara-saudara tercinta, dan untuk orang tua. Mudahkanlah segala urusanku, saudara-saudara tercinta, dan untuk orangtua. Cintailah kami Ya Allah. Aamiin ya Robbal alamiin.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 Februari 2014
Jumat, 24 Agustus 2012
With Love
Dengan cinta, seorang pengecut bisa menjadi pemberani, seorang pelit bisa menjadi dermawan, seorang bodoh bisa menjadi cerdas, seorang gagap bicara bisa menjadi cakap, seorang lemah semangat bisa termotivasi, keangkuhan raja menjadi hina, dan taktik para pemberani dalam peperangan menjadi terpecah belah. Cinta adalah penuntun etika serta pintu pertama yang mengungkap pikiran dan kecerdasan. Dengan cinta, segala rekayasa dan penghalang dapat terlewati. Demi cinta, semangat bisa tergelora.
-Bercinta dengan Allah (Ibnu al-Qoyyim al-Jauzziyah)-
Senin, 20 Agustus 2012
Berbeda Namun Benar
"Orang yang kuat bukanlah orang yang tidak pernah jatuh, tapi ketika dia terjatuh dia dapat berdiri kembali.."
"Dia sering kehilangan arah, tapi dia tidak pernah tersesat. Ketika kehilangan jalan, dia percaya pasti masih ada jalan lain untuk keluar meskipun rutenya berbeda. Itulah yang disebut tidak pernah tersesat.."
"Pohon itu tidak memiliki buah manis. Tapi lihat, orang tidak meperdulikannya, karena orang-orang terpikat dengan keindahannya sendiri.."
"Ketika seseorang menyakiti hatimu, ketika kau sudah cukup menangisinya, maka kemudian tersenyumlah, karena kau percaya bahwa Tuhan akan membalas itu dengan sesuatu yang lebih sempurna.."
Rabu, 15 Agustus 2012
Quotes from them
- Joyce Wycoff-
Salah satu ciri orang kreatif adalah hasrat membara untuk melenyapkan berbagai hal yang membatasi kemampuan mereka.
-David N. Perkins-
Selasa, 14 Agustus 2012
Rabu, 18 Juli 2012
Surat untukmu
Dari orang yang kau dambakan,
Masa depanmu.
Kamis, 28 Juni 2012
Lumpuh dalam bayangan
Aku seorang wanita biasa. Penilaianku terhadap diri sendiri adalah lima dari sepuluh, bahkan mungkin belum sampai separuhnya.
Ketika aku menatap cermin dan muncul bayangan wanita muda, aku selalu berbicara pada bayangan itu. "Hei, apakah ada yang berubah darimu, apakah itu baik atau buruk, apa hari ini kau telah meraih sesuatu, Apakah kau telah melakukan pergerakan yang berarti..... Apa hari ini kau melakukan sesuatu?" Setiap pertanyaan itu selalu berputar di kepalaku, berulang-ulang seperti sebuah iklan di televisi. Tapi sepotong jawaban pun tidak kutemukan hingga detik ini. Aku seperti orang lumpuh yang punya organ tubuh lengkap namun tidak dapat berbuat apa-apa. Aku normal tapi lemah. Ada sebuah luka di dalam, letaknya di dalam namun lukanya tidak menusuk ke dalam. Tidak sakit namun bekasnya masih tidak dapat dihilangkan. Ada sesuatu yang membuatku hingga detik ini tidak dapat bergerak. Bukan sesuatu yang jelek, namun menjadi jelek ketika seseorang melukainya. Semua rahasiaku mungkin bisa kuucapkan dan kusebarkan dengan mudah, tapi tidak yang satu ini. Bukan rahasia namun secara tidak langsung tersembunyi. Aku kesal, adakalanya aku sedih, dan terkadang marah dan menyesal. Tapi semua ini telah terjadi, tidak ada yang dapat disesalkan, sesal hanya membuatku sesak.
Biru adalah warna yang menggambarkanku saat ini. Biru seperti langit, udara yang melayang-layang, awan yang hanya dapat berarak dan menatap dunia tanpa bisa menyentuhnya selain terjatuh menjadi butiran air hujan. Biru seperti laut, tidak dapat berbuat apa-apa jika mereka yang hidup melemparnya dengan sampah, namun dapat marah secara tiba-tiba menyakiti mereka.
Seperti tumpukkan buku kuno yang berdebu, impian-impianku tidak jauh berbeda. Bertumpuk-tumpuk begitu banyak, namun berdebu tak terurus. Apa yang harus kulakukan, membiarkannya, membersihkannya, atau membakarnya? pilihan ketiga begitu menggoda bagiku, tapi begitu tragis untuk dilakukan dan tidak ada alasan untuk itu kecuali tingkat kesabaranku yang begitu lemah. Aku yakin ada jalan keluar, ada tempat dimana aku bisa menaruhnya ke dalam rak. Tapi tidak ada waktu yang tepat.. ah, kenapa aku terus menyangkal?? Kakiku masih bisa bergerak, namun otakku punya beribu-ribu alasan untuk menyuruhnya diam. Semuanya sulit di format ulang. Kuharap ada seseorang yang membakar berkas-berkas alasan dalam otakku dan membangun sesuatu yan membuat seluruh organku berfungsi sebagaimana mestinya. Kumohon seseorang datang padaku untuk menawarkan tawaran yang menggiurkan itu dan aku bisa kembali bergerak dan dapat kembali memenuhi waktuku yang berharga.
Aku yakin akan ada seseorang, sesuatu, ataupun suatu gelombang yang akan datang menghampiriku untuk menawarkan sebuah kehidupan yang lebih baik.
Ketika aku menatap cermin dan muncul bayangan wanita muda, aku selalu berbicara pada bayangan itu. "Hei, apakah ada yang berubah darimu, apakah itu baik atau buruk, apa hari ini kau telah meraih sesuatu, Apakah kau telah melakukan pergerakan yang berarti..... Apa hari ini kau melakukan sesuatu?" Setiap pertanyaan itu selalu berputar di kepalaku, berulang-ulang seperti sebuah iklan di televisi. Tapi sepotong jawaban pun tidak kutemukan hingga detik ini. Aku seperti orang lumpuh yang punya organ tubuh lengkap namun tidak dapat berbuat apa-apa. Aku normal tapi lemah. Ada sebuah luka di dalam, letaknya di dalam namun lukanya tidak menusuk ke dalam. Tidak sakit namun bekasnya masih tidak dapat dihilangkan. Ada sesuatu yang membuatku hingga detik ini tidak dapat bergerak. Bukan sesuatu yang jelek, namun menjadi jelek ketika seseorang melukainya. Semua rahasiaku mungkin bisa kuucapkan dan kusebarkan dengan mudah, tapi tidak yang satu ini. Bukan rahasia namun secara tidak langsung tersembunyi. Aku kesal, adakalanya aku sedih, dan terkadang marah dan menyesal. Tapi semua ini telah terjadi, tidak ada yang dapat disesalkan, sesal hanya membuatku sesak.
Biru adalah warna yang menggambarkanku saat ini. Biru seperti langit, udara yang melayang-layang, awan yang hanya dapat berarak dan menatap dunia tanpa bisa menyentuhnya selain terjatuh menjadi butiran air hujan. Biru seperti laut, tidak dapat berbuat apa-apa jika mereka yang hidup melemparnya dengan sampah, namun dapat marah secara tiba-tiba menyakiti mereka.
Seperti tumpukkan buku kuno yang berdebu, impian-impianku tidak jauh berbeda. Bertumpuk-tumpuk begitu banyak, namun berdebu tak terurus. Apa yang harus kulakukan, membiarkannya, membersihkannya, atau membakarnya? pilihan ketiga begitu menggoda bagiku, tapi begitu tragis untuk dilakukan dan tidak ada alasan untuk itu kecuali tingkat kesabaranku yang begitu lemah. Aku yakin ada jalan keluar, ada tempat dimana aku bisa menaruhnya ke dalam rak. Tapi tidak ada waktu yang tepat.. ah, kenapa aku terus menyangkal?? Kakiku masih bisa bergerak, namun otakku punya beribu-ribu alasan untuk menyuruhnya diam. Semuanya sulit di format ulang. Kuharap ada seseorang yang membakar berkas-berkas alasan dalam otakku dan membangun sesuatu yan membuat seluruh organku berfungsi sebagaimana mestinya. Kumohon seseorang datang padaku untuk menawarkan tawaran yang menggiurkan itu dan aku bisa kembali bergerak dan dapat kembali memenuhi waktuku yang berharga.
Aku yakin akan ada seseorang, sesuatu, ataupun suatu gelombang yang akan datang menghampiriku untuk menawarkan sebuah kehidupan yang lebih baik.
Selasa, 19 Juni 2012
The Dramatic Life 2
Aku hidup dengan segala kebohongan
Aku hidup di sebuah tempat dimana penduduknya hanya terdiam dalam bayang, terkurung dalam impian
Bangsa yang haus dengan kasih sayang para pemimpinnya, bosan dengan keprihatinan pemimpin lain.
Bangsa yang butuh arsitek negara untuk membenah segala struktur-struktur pembangunannya
Kami hidup di zaman peperangan
Kami semua berusaha melawan musuh-musuh terkuat kami
Namun begitu banyak yang gugur terbawa oleh pedihnya luka yang ditorehkan musuh-musuh kami
Musuh-musuh itu begitu kuat
Mereka mencoba menghancurkan kehidupan kami
Mereka mencoba menjerumuskan kami
Kau tahu apa itu?
Semua manusia di dunia punya itu
Nafsu
Nafsu adalah musuh yang kini begitu sulit dipadamkan
Untuk siapapun
Untukku, untukmu, untuknya, dan untuk mereka
Tidak ada satupun yang dapat mengatur nafsu selain diri kita sendiri
Maka buatlah nafsu itu dapat didampingi oleh orang-orang yang dapat membantu memadamkannya
Nasihat ini untukku, untukmu, untuknya, dan untuk mereka.
Kami semua berusaha melawan musuh-musuh terkuat kami
Namun begitu banyak yang gugur terbawa oleh pedihnya luka yang ditorehkan musuh-musuh kami
Musuh-musuh itu begitu kuat
Mereka mencoba menghancurkan kehidupan kami
Mereka mencoba menjerumuskan kami
Kau tahu apa itu?
Semua manusia di dunia punya itu
Nafsu
Nafsu adalah musuh yang kini begitu sulit dipadamkan
Untuk siapapun
Untukku, untukmu, untuknya, dan untuk mereka
Tidak ada satupun yang dapat mengatur nafsu selain diri kita sendiri
Maka buatlah nafsu itu dapat didampingi oleh orang-orang yang dapat membantu memadamkannya
Nasihat ini untukku, untukmu, untuknya, dan untuk mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)





