Jumat, 19 Desember 2014

sejenak luluh lantah

Bismillah...

Baru aja menetapkan impian, eeh udh muncul aaja masalah.. Huft... Laptop rusak, 3 tugas makalah harus dibuat dari awal lagi, masing2 10 referensinya haruslah dicari lagi, blom lg studi banding, huft, harus diselesaikan dalam waktu seminggu, itupun blom dipotong waktunya sama liqo, kajian, ngerjain tugas maket, gambar tapak, gambar tekbang, dan digiars. Huft. Blom lg kmarin dimarah2in sm dosen gara2 peristiwa ini... Huft

Ya Allah, engkau begitu mudahnya menghendaki sesuatu, satu saja barang elektronik yang Kau tiupkan agar menjadi rusak, masalah yg datang bisa bertubi2, semoga ini mnjadi pembelajaranku yg tak akan pernah dilupakan dan dapat melindungiku dari sesuatu yang dapat menjauhkan jarakku dengan-Mu. Rabbana aatina fiddunya khasanah wakina adzaabannar. Aaamiin

Sabtu, 06 Desember 2014

cara mempercepat mendapatkan beasiswa s2

sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2014/04/06/tips-percepatan-meraih-beasiswa-s2-luar-negeri-646837.html

1. Pahami lima persyaratan beasiswa dan mulailah penuhi satu persatu
-TOEFL, 
liat standar minimal sponsor 

-Pengalaman Kerja
pengalaman kerja selama 2/3 tahun

-Pengalaman Organisasi,
kemasyarakatan, berkaitan dengan isu-isu pendidikan, gender, --hukum, kemiskinan, lingkungan, dan lain-lain

-Publikasi
belajar menulis karya-karya ilmiah, artikel dan lain-lain
publikasi bisa artikel yang terbit di koran, tulisan yang terbit dalam bentuk buku atau jurnal, dan lain – lain. Prestasi-prestasi di bidang menulis, seperti menang lomba menulis artikel atau karya ilmiah akan sangat membantu menguatkan profil anda di formulir aplikasi

-Rencana Penelitian Masa Depan
penelitian masa depan kata kuncinya adalah penelitian itu harus bisa bermanfaat untuk orang banyak, terutama untuk komunitas yang terkait di bidang anda, bukan topik penelitian yang hanya secara teoritis saja berguna.

Semua organisasi, seminar, pelatihan, dan kerja yang telah saya ikuti dan jalankan selalu saya catat di sebuah curriculum vitae, sehingga lengkap tanggal dan bulannya.

2. Buat perencanaan dan persiapan yang baik

-target beasiswa -- yang cocok untuk bidang masing2
-persiapkan sebelum deadline
-menyediakan waktu sekitar 2/3 bulan untuk fokus mengisi formulir aplikasi beasiswa sembari melakukan rutinitas keseharian anda yang lainnya.
-Setiap pertanyaan esai yang ada di formulir aplikasi itu harus diisi dengan hati-hati dan diskusikan dengan orang lain, terutama dosen anda di S1 lalu. Isi dalam formulir aplikasi inilah nanti yang akan anda pertanggung jawabkan dan menjadi pemandu anda sampai tahap wawancara.

3. Jaga hubungan baik dengan dosen dan atasan

Salah satu persyaratan umum melamar beasiswa S2 luar negeri adalah melampirkan 2/3 surat rekomendasi dari dosen, teman kerja, atau atasan tempat kerja.

4. Kenali dan pahami beasiswa yang cocok untuk anda

cari sebanyak mungkin informasi beasiswa, kemudian disaring yang mana yang cocok untuk anda. Janganlah bergantung dengan orang lain.

5. Perbanyaklah ibadah

perbanyaklah ibadah, berbakti kepada orang tua, serta berbuat baik pada orang lain. 

upgrade myself

No.
Orang-orang Sukses
Orang-orang Gagal
1.
Menciptakan kesempatan
Semata-mata menunggu kesempatan datang
2.
Berdisiplin diri
Menurut kehendak hati
3.
Selalu berprestasi
Bertopang dagu
4.
Mengendalikan lingkungannya
Dibatasi oleh lingkungan
5.
Berkata “Apa yang dapat saya berikan kepada mereka”
Berkata “Apa yang dapat mereka berikan kepada saya”
6.
Berpikir dulu baru bertindak
Bertindak dulu baru berpikir
7.
Selalu percaya diri dan tidak pernah iri pada orang lain
Merasa rendah diri dan selalu iri dengan orang lain
8.
Tidak malu meminta pertolongan
Malu meminta pertolongan
9.
Berkata “Saya bisa”
Berkata “Saya tidak bisa”
10.
Menanggapi setiap tantangan sebagai loncatan kemajuan
Menanggapinya sebagai rintangan
11.
Tekun berusaha walaupun gagal
Selalu mengingat kegagalan
12.
Berpandangan luas
Berpandangan sempit
13.
Tahu diri dan tidak selalu sama dengan orang lain
Selalu membandingkan diri dengan orang lain
14.
Menghadapi masalah sebagai tantangan
Menghadapi masalah sebagai beban
15.
Tahu menempatkan diri
Salah menempatkan dirinya
16.
Bersikap positif
Bersikap negative
17.
Kaya kreativitas
Miskin kreativitas
18.
Terus bekerja sebelum orang lain berhenti
Berhenti sebelum orang lain
19.
Giat berpikir
Malas berpikir
20.
Dapat menghadapi hal yang tidak diharapkan
Tidak mampu menghadapi hal yang tidak diharapkan
21.
Cermat dalam bekerja
Ceroboh
22.
Penuh percaya diri
Mudah percaya pada nasib
23.
Menempatkan SDM sebagai nilai yang tinggi
Menempatkan SDM sebagai nilai yang rendah
24.
Tidak pernah mengeluh
Menganggap orang lain sebagai penyebab
25.
Berpikir jernih
Berpikir ragu-ragu
26.
Hidup mandiri
Bergantung pada orang lain
27.
Melihat cahaya dalam kegelapan
Hanya melihat kegelapan
28.
Selalu bertahan
Berhenti terlalu awal
29.
Berpendirian teguh
Mudah goyah
30.
Memecahkan masalah
Terbawa masalah
31.
Percaya, dia dapat mengubah dan memperbaiki sesuatu
Berpikir sebaliknya
sumber: http://uripsantoso.wordpress.com/2009/04/27/ciri-ciri-orang-sukses-dan-gagal/


kekurangan:
kurang disiplin
kurang percaya diri
kurang positif thinking
kurang cermat
selalu mengeluh
kurang mandiri
kurang berpendirian

how to upgrade?

(sumber: http://belajarpsikologi.com/menumbuhkan-sikap-disiplin-diri/)
  1. 1. Tetapkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam waktu dekat.
  2. 2. Buat urutan prioritas hal – hal yang ingin kita lakukan.
  3. 3. Buat jadwal kegiatan secara tertulis.
  4. 4. Lakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang kita buat, tetapi jangan terlalu kaku.
  5. 5. Berusahalah untuk selalu dsiplin dengan jadwal program kegiatan yang sudah kita susun sendiri.

meningkatkan percaya diri:
(sumber: http://www.akuinginsukses.com/10-rahasia-mendapatkan-rasa-percaya-diri-dalam-hitungan-detik/)
1. tersenyum
2. tatap mata lawan bicara
3. ubah suara dalam diri--> ke hal yang positif
4. lupakan standar yang ditetapkan org lain --> berpegang pd nilai2 yg kita percaya
5. tampil serapi mungkin
6. berdoa atau bermeditasi sejenak
7. reka ulang kejadian yang positif
8. tentukan langkah selanjutnya
9. bicaralah perlahan -->agar terlihat lebih percaya diri
10. ikut ambil bagian --> dalam suatu organisasi atau kegiatan

meningkatkan pemikiran positif:
(sumber: http://www.merdeka.com/sehat/10-cara-tingkatkan-pikiran-positif.html)
1. bersyukur
2. pilih teman2 yg suportif
3. hilangkan drama
4. ambil tanggung jawab
5. ubah ;tidak bisa' menjadi 'bisa'
6. berbuat baik
7. lihat sisi baiknya
8. istirahat
9. tentukan tujuan
10. tertawa





Jumat, 05 Desember 2014

gift from my beloved

Baru dikasih kalung sama ayah.. Senangnya~ nggak bakal dilepaaas~ love him so much~



Selasa, 02 Desember 2014

german or france?

Ketika seseorang bermimpi, jangan dilarang, jangan membuatnya mundur.

Arsitektur awal mulanya dr eropa, so i'm not wrong if i have a dream to get study in europe. You just not in trust to me.. German or France?..
Give me a chance to upgrade my quality of live, and then i can distribute my skill for our country..



Ya Allah.. Matikanlah hamba dalam keadaan telah membahagiakan orang tua dan orang2 yg hamba cintai, lancarkanlah studi hamba. Aaamiin

Sabtu, 08 November 2014

Cukup

Mungkin karena satu guru
Mungkin karena satu regu
Semua terasa jenuh

Bukan karena perawakan
Bukan pula kepandaian
Tapi ribuan kata-katamu yang penuh keluhan
Keluhan atas dasar kemalasan

Lupakan saja puisi kala itu
Sudah bagaikan sampah benalu
Bukan betapa jahatnya perempuan itu
Sang putri butuh diammu

Pada akhirnya sang putri yang harus bungkam
Mengubur rasa empatinya seolah kejam
Demi mendewasakanmu dalam diam
Ibarat mendinginkan api kecil agar padam

"Kenapa saya seperti ini?"
Sudah beribu-ribu kalimat itu kau lempar
Mengkoyak telinga hingga putri gentar
Masalahmu kau masukkan paksa dalam tubuhnya
Seolah dia tak punya banyak masalah.

Muak sudah perempuan itu
Tak lagi lucu kelakarmu
Tak lagi lugu pertanyaamu
Responnya hanya malu
Malu dengan tingkahmu

Cukup sudah
Sudah cukup

Selasa, 28 Oktober 2014

just refreshing my mind

My live is kinda boring
What's next after this hardwork
Is there any chance for me to be succesful women
Or just wasting my time
I wanna fight in my opportunity
But why the time is such as rival in this work
I need more than 24 hours for this
But world always give me 24 for one day
And it wont be  change
Why its like Sacrificing my body performance
I always being sick when works getting worse
Its like i have to follow this rule and i never going back.. I can not going back actually

Oh god.. Why i must faces this depressed everyday and make my mind burn.. I dont wanna be the ambisious one, but i just wanna be the Grateful one.. 

In my 4th semester, i heard an information about going to study in german for one mounth, and the requirement is passing a presentation test. I hope i can participate, but i have a bad feeling about my mental and my language acquisition (i googling to get some words like acquisition.. Oh god)

ya rahman ya rahim... Allah, just forgive me and give me some opportunity.. Amiin

Sabtu, 13 September 2014

you just have one life, girl


Beberapa hari ini telah terjadi serangkaian kejadian. seminggu lebih 2 atau 3 hari yang lalu tanteku pingsan usai berenang. dilarikan ke rumah sakit, tensinya sudah sampai 200. beliau koma 7 hari, dan hari yang ditakutkan kami sekeluargapun akhirnya datang.

ketika rabu malam, badanku mulai terasa tidak nyaman, kepala berat, badan hangat, dan mataku sakit. aku memutuskan untuk istirahat malam itu, tidak memikirkan kuliah, apalagi tugas. Hingga subuh datang, yang biasanya aku sudah siap-siap berangkat bersama supir mengendarai mobil, ketika itu sudah kusampaikan padanya bahwa aku hari ini tidak masuk kuliah.

Aku bertanya dalam hati, kenapa ya? makanku teratur, akhir-akhir ini olahraga, emang sih makannya masih suka jajan-jajan, tapi biasanya dari dulu nggak sakit, begadang? sekarang jarang begadang nggak seganas dulu, belajarnya juga sekarang lebih santai. kenapa ya?

Pertanyaanku terjawab ketika matahari sudah tepat berada di atas, mama menerima telepon dari ayah. Saat itu tak kuhiraukan percakapan apa yang sedang berlangsung, tapi yang membuatku penasaran adalah ketika raut wajah mama berubah menjadi panik. Dengan wajah yang sedikit sedih itu mama bergumam, "Neng, Aja, ayo siap-siap kita pergi, tante Ani udah nggak ada." Aku yang tadinya sedang asyik menonton tv sambil berbaring menahan sakit, kumatikan tv itu.

Singkat cerita, mama dan adik-adikku pun dengan kakak perempuanku berangkat menggunakan mobil yang biasa kupakai pergi kuliah, sedangkan kakak-kakakku yang lainnya beserta keluarga-keluarga kecilnya menggunakan mobil yang satunya lg. Allah sudah mengkondisikan segala sesuatu, dan akhirnya aku percaya itu. Tapi aku sedikit kecewa, dengan kondisiku yang lemah, aku tidak bisa melihat wajah terakhir tante. Padahal, cuma beliau yang rajin datang sendiri ke rumah kami.

Aku merasa kasihan dengan suaminya, tanpa karunia anak, dan ditinggal istri tercintanya, hidup begitu sepi rasanya jika aku jadi beliau.

Ayah, sebelumnya sempat bermusuhan dengan tante, tidak pernah mau bertemu dengannya, namun ketika tante koma, ayah selalu datang ke rumah sakit untuk menjenguknya, mendoakannya, memberi sentuhan pengobatan seperti biasanya beliau lakukan ketika ada yang sakit, dan itu seringkali ampuh. Namun untuk saat ini, takdir tidak bisa diganggu-gugat.

Lagi-lagi aku percaya, Allah telah mengkondisikan tante koma sebelum dikembalikan atas dasar maksud tertentu. Allahu Akbar.

Aku pun percaya, Allah membuatku sakit saat ini agar aku sadar, sebelum aku kembali sakit atau bahkan kembali pada-Nya, selagi aku sehat, aku harus memanfaatkan waktuku sebaik-baiknya. Subahanallah..

Rabu, 27 Agustus 2014

Ketika Allah Memperingati Kami

Rabu, 27 Agustus 2014

   Ketika matahari pagi sudah mulai meninggi, Langkah kakiku yang sedikit malas mulai menuju ke luar rumah dengan mengenakan baju kotak-kotak, setelan rok abu-abu dan jilbab merah. "Pak dar, ke Stasiun UI dong, Pak!" seruku kepada pria berusia tidak jauh berbeda dengan ayahku itu. Beberapa menit kemudian mobil kijang inova silver keluar dari garasi tak berpintu di sebelah rumahku. Gerbang luar sudah terbuka lebar seolah-olah menungguku untuk keluar dari pekarangan rumah.

   Mobil pun mulai berjalan meninggalkan si 'gerbang hijau'. sekitar 10 menit aku sampai di Stasiun Universitas Indonesia. Aku membeli kartu THB dan ongkos untuk tujuan ke Stasiun Juanda. Cukup menguras tenaga ketika aku harus berada ditumpukkan manusia di dalam satu gerbong khusus wanita dan bertahan dengan posisi berdiri selama kurang lebih 30 menit.

   Setelah sampai di stasiun tujuanku, aku turun dengan perasaan lega, aku bersyukur ketika itu tidak banyak keringat yang terproduksi seperti pengalaman sebelum-sebelumnya. Perjalanan dilanjutkan dengan menaiki bus transjakarta selama kurang lebih 30 menit, dengan tetap dalam posisi berdiri.

   Akhirnya aku sampai di halte grogol 1, setelah itu aku mulai masuk ke dalam gedung FTSP Universitas Trisakti yang tidak jauh dari halte, menaiki lift menuju lantai 8, dan bertemu dengan teman asal Sumbawa yang berambut lumayan panjang untuk ukuran seorang pria. Kami menemui wanita berjilbab berumur sekitar 40-an untuk mengonsultasikan KRS kami. Wanita ceria berbadan sedikit gemuk dan pakaian yang rapi itu menoleh ketika mulai sadar akan keberadaanku dan temanku di dekatnya.

"Putri, ya?" sapa wanita itu sambil melihat ke arahku.

"Pagi, Bu Popi," sapaku balik dengan senyum yang menempel di bibir.

***

   Matahari sudah berada tepat di atas kepala, ketika itu aku tiba di rumah dan mulai memuaskan dahagaku. Aku mulai menghabiskan waktuku berada di depan laptop Asus pemberian Om Hedi yang seharga DP motorku itu. Aku terus berkutat pada laptop hingga tak sadar waktu Ashar hampir usai, aku pun istighfar dan memohon ampun pada Allah dengan kelalaianku yang disebabkan oleh hanya sebatang benda mati itu. Tak beberapa lama kemudian kakak perempuanku datang bersama anak perempuan satu-satunya, Kaika. Hari semakin gelap, kakak ke-2 ku datang bersama istri dan anak laki-lakinya, Rezel. Jadilah suasana ramai di rumah sederhanaku itu.

   Ketika langit mulai gelap dan jam menunjukkan angka 7, dua kakak laki-lakiku yang lain masuk ke rumah dengan pakaian rapi dan helm yang menempel di kepala mereka dari pintu belakang. "Motor Riri Iyo mana?!" serunya kepada semua penghuni rumah termasuk aku yang kebetulan sedang berkumpul di ruang keluarga. "Hah? ilang?" ucap salah satu dari kami.

   "Ada yang make kali, Riri make nggak?" ucap mama.

   Tiba-tiba Riri keluar dari kamar mama, "nggak, seharian ini Riri nggak make motor!" gumam riri panik. "Fuda kali?" saat itu juga Riri menangis. Memikirkan nasibnya tanpa motor.

Ya ampun, disini yang repot bukan kamu aja, situ juga nggak pernah ngunci gerbang 'kan? dasar ABG labil, gerutuku dalam hati.

   "Fuda belum pulang, motornya juga nggak ada, jadi nggak mungkin fuda deh kayanya," ujar Dali--kakak tepat diatasku.

   "Mungkin aja, coba telpon Fuda deh!" seru mama dengan wajah kesalnya. Ketika Dali menghubungi Fuda, mama meneruskan omelannya dan berkali-kali menyalahkan anak-anaknya yang kurang peduli untuk mengunci pintu dan gerbang tiap malam dan kebiasan anak laki-lakinya yang pulang terlalu malam bahkan sampai pagi, meskipun semuanya beralasan.

   Kami sudah mulai berinisiatif untuk melaporkan kejadian ini ke polisi, namun setelah menghubungi kakak tertuaku, dia menyarankan untuk tenang dan lebih baik melaporkan kejadian ini besok berhubung tenggang waktu melapor maksimal 3 hari setelah peristiwa terjadi.

   Ketika kondisi mulai sedikit tenang, Dali dan Jaza--dua kakak yang pertama kali mengetahui peristiwa tersebut--menaiki motor Jaza menuju Café Mr.U'U seperti malam-malam sebelumnya. Kini sudah menjadi rutinitas mereka mengunjungi café milik Jaza dan kedua temannya itu untuk mengecek kondisi sekaligus menjaganya sampai tengah malam bahkan sampai subuh. Kebiasaan itulah yang tadi sempat menjadi bahan omelan mama.

   Beberapa menit kemudian kedua pria berjenggot tipis itu kembali sambil membawa berita mengagetkan. "ma, motornya ketemu ma!" teriak Jaza.

  "Hah? ketemu malingnya?" ucap seseorang dari kami yang masih ribut di ruang keluarga.

  Aku berjalan mendekati kedua pria itu dan melihat Dali berjalan ke arah yang berlawanan dengan senyum melebar.

  "Si Ucup ninggalin motornya di tukang fotokopian!" gumam Jaza sambil menunjuk Dali.

  "lah, kok bisa?"

  "iya, ucup tadi pas disuruh mama motokopi naik motor, pas pulangnya dia jalan kaki." ujar Jaza sambil berjalan ke ruang keluarga bersama pria dengan senyum yang memperlihatkan gigi-gigi besar di sebelahnya.

  Aku memukuli pria berkumis di sebelah jaza itu pura-pura sambil tertawa. Semua penghuni rumah menyorakinya.
 
  "Huaa... ucup nyebelin!" seru Riri dengan tangisannya yang semakin menjadi.

  "laah, bersyukurlah, Ri, nggak jadi ilang!" ucapku sedikit jengkel dengan responnya yang berlebihan. "iya, harusnya bagus nggak jadi ilang," ucap kakak ke-2 menguatkan pendapatku. Namun ABG labil itu tetap menangis, entah apakah itu bahagia atau kesal.

  "ucup ni emang.." ucap seseorang. Dali menimpalnya, "abis mama nyuruhnya pas ucup baru bangun tidur, masih blom bener-bener sadar."

***

Pengalaman hari ini menyadarkan semuanya untuk selalu mengunci pintu setiap malam dan jangan mengigau ketika di jalan. Selesai.

 

Senin, 25 Agustus 2014

Ketika Tanda Itu Mulai Terlihat

Ketika dua manusia saling bertemu
Awalnya hanya teman satu guru
Entah takdir atau apapun itu
Satu kesempatan menjadi beregu
Setiap kesempatan lagi-lagi bertemu
Bagai cuplikan film fiksi yang semu

Bukan kata manis yang mereka ucapkan
Bukan pula kenaifan para pengejar kasing sayang
Bahkan perhatian khusus pun tak terduga dilakukan

Hanya sekali tapi saling mengerti
Kisi-kisi hati begitu terbaca pada gerak-gerik diri
Bukanlah sesuatu yang frontal
Namun begitu menggetarkan mental
Tak habis pikir tanda begitu dikenal

Sang putri lebih paham kondisi
Kini dia darinya harus terhindari
Agar tak saling menyakiti
Meskipun yakin keduanya sedikit nyeri
Namun demi Zat Mulia yang mereka sembahi
Cinta mereka harus lebih besar untuk sang Ilahi